Stop Emosi Negatif dengan Konsep Star



Terkadang kita menghadapi hal hal yang tidak sesuai rencana seperti,telat akibat macet,kerjasama tim yang gagal,perbedaaan pendapat yang tidak ada penyelesaian atau bahkan tugas kerja maupun belajar yang tidak kita sukai.

Hal tersebut tentu membuat emosi negatif muncul,seperti malas,benci,marah marah hingga ingin mengumpat.

Belakangan aku sendiri juga mengalami hal tersebut karena diberi misi yang  tidak aku sukai sama sekali dan aku rasa memperberat tugasku kau tau,! Rasanya ingin mengumpat,menyerah dan putus asa.

Namun aku teringat pada konsep dalam buku filosofi teras tentang bagaimana menghadapi hal tersebut yakni 'STAR'. Star merupakan singkatan dari stop,think dan asesment serta respon.

Stop(berhenti). 

Saat emosi negatif mulai muncul maka, sebisa mungkin untuk berhenti dulu maksudnya jangan sampai larut dalam perasaan negatif seperti, larut dalam perasaan marah,cemas,benci,takut dll.

Thinking dan Asesmen(berfikir dan nilai). Jika telah berhasil menghentikan perasaan emosi sehingga tidak berlarut larut maka, selanjutnya berfikir secara rasional untuk tidak menuruti emosi.

 Kemudian memberi penilaian," Apakah perasaan emosi ini dibenarkan atau tidak?

"Apakah kita telah memisahkan fakta dengan penafsiran diri?"

Contohnya perihal diberi tugas yang tidak kita sukai. faktanya kita hanya diberi tugas yang tidak kita sukai (ini adalah fakta). 

 Jangan jangan misi tersebut untuk menjatuhkanku (ini adalah penafsiran diri).

Akan lebih baik jika tidak terlalu fokus pada penafsiran karena penafsiran tersebut diluar kendali kita. Oleh karena itulah lebih baik fokus mencari solusi serta sesuatu yang bisa kita kendalikan.

Respon (tindakan). 

Setelah kita berhasil menggunakan nalar dan berpikir secara rasional dan mengalisa dan menilai barulah kita memberi respond(tindakan).

Dengan berpikir jernih maka,respon dan keputusan kita juga akan semakin tepat.
konsep STAR ini efektif banget dipakai saat menghadapi emosi negatif yang datang secara tiba tiba.

Marcus Auralius tokoh filsafat stoa  seringkali mengingatkan, kita tidak bisa mengendalikan sesuatu diluar diri kita seperti, omongan orang lain,hinaan orang lain,kegagalan, peristiwa macet,diberi tugas yang berat.

Tetapi kita bisa mengendalikan diri kita untuk terbebas dari emosi negatif seperti, prasangka buruk, mengumpat, dendam, benci dll kemudian fokus mencari solusi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Keuangan.

Pemberdayaan Perempuan