Mengelola Keuangan.
Selama 8 tahun (Mulai 2013-2020), Aku mencicipi beberapa pekerjaan dan penghasilan. Mulai dari gaji bersih 450 ribu – hingga diatas I juta/perbulan tetapi yang menjadi masalahnya adalah berapun gaji yang aku terima selalu saja, aku mempunyai hutang entah dengan teman atau dengan saudara.
Sempat berfikir andaikan gajiku lebih besar lagi pasti ceritanya akan beda terbebas dari hutang kemudian bisa beli ini bisa beli itu atau minimal tabugan dan penghasilanku meningkat tetapi ketika gajiku bertambah semuanya tak jauh beda tabungan tetap dan sesekali juga ngutang temen.
Jika kalian juga menghadapi hal yang serupa denganku ada baiknya kalian membaca tulisanku kali ini.
“Bukan seberapa penghasilanmu tetapi bagaimana kamu mengelola keuanganmu”
Tahun 2021 ini kita dihadapkan pada ketidakpastian. Terutama dari segi penghasilan kita harus bener bener bisa mengelola keuangan dengan baik. Tahun ini pula aku mulai membagai sistem keuanganku.
Baru 3 bulan aku sudah merasakan manfaatnya. Beberapa hutang lunas, aku juga bisa beli buku,bisa menyumbang dan ikut iuran keagamaan atau sosial dan lain sebagainya . Berikut TIPS yang aku pakai dalam pengelolaan keuangan.
Perlu diketahui tips ini aku banyak belajar dari tulisan-tulisan Prita
hapsari seorang konsultan keuangan
Bagi kalian yang punya penghasilan setara/dibawah UMP kalian harus paham penghasilan UMP menurut literasi bisa digunakan hanya untuk 2 orang saja.
Jadi, jika kalian punya tanggungan lebih dari 2 orang maka, sebaiknya mencari penghasilan tambahan.
Kalau kalian yang penghasilanya
setingkat atau dibawah UMP gunakan strategi ini yakni, 75 % penghasilan kalian untuk kebutuhan
utama sisanya 25 % untuk dana cadangan (darurat)
Dana utama ini meliputi biaya kebutuhan kos,makan minum,konsumtif sedangkan, dana cadangan adalah untuk pengobatan sedangkan dana cadangan boleh keluar hanya jika kalian sakit atau tidak bisa bekerja. contohnya jika penghasilanku 800rb/ bulan maka 75 persennya adalah 600.000 aku gunakan untuk biaya kos kemudian 200.000 dan 400.000 aku gunakan untuk biaya konsumtif dan kebutuhan lainya seperti peralatan-peralatan mandi ataupun ngopi. Sedangkan sisanya 200.000 bisa ditabung buat dana cadangan (dana darurat)
Maksudnya 50 % dari gaji kamu gunakan untuk biaya hidup. Kemudian 30 % gunakan untuk dana darurat sedangkan 20% gunakan untuk investasi jangka pajang seperti, saham,emas, dan lain lain.
Jika berinvestasi berhati-hati ya gengs, pastikan kalian berinvestasi ke saham/emas/ apapun yang terpercaya. Yuk mulai mengelola keuangan kita.
Sebagai penutup, guru ngajiku
pernah bilang “Tuhan akan mencukupi kebutuhanmu,bukan semua keinginanmu".

Komentar
Posting Komentar