Sudah Baca Apa Hari Ini??

Sumber foto :Pixabay.com

 Sudah Baca Apa Hari Ini?

Konon, membaca dapat membuka jendela cakrawala dunia.

Sederhananya membaca membuka pengetahuan-pengetahuan baru.

Memang konteks membaca tidak melulu membaca buku.

Kegiatan membaca juga bisa disematkan pada hal-hal diluar buku, seperti membaca keadaan, situasi,strategi,membaca diri (intropeksi) dll.

Karna konteks membaca teramat luas, Aku batasi  tulisan ini pada membaca buku.

Hari ini aku membaca buku 'Dunia Shopie'  karya jostein gaarden  pada halaman 175 sampai halaman 210.

 Aku akan bercerita tentang sedikit pemikiran  Aristoteles seorang organisator yang teliti.

Saat kita melihat kasus, seringkali kita bertanya 'sebab', seperti bagaimana hal itu terjadi?

Aristoteles menambahkan pemikiran baru dengan menanyakan tujuan,seperti mengapa hal itu terjadi?

Contoh karna ini musim hujan. Aku menggunakan contoh ini "mengapa hujan turun?" jawabanya adalah hujan turun karena proses alam .... Dst (baca ilmu IPA)

Aristoteles tak berhenti disitu, Ia akan menambahkan bahwa hujan turun karena tanaman dan binatang membutuhkan air ... Dst (Aristoteles menambahkan tujuan disitu). 

Aristotes juga disebut pendiri logika, karena itulah dia disebut organisator yang teliti.

Dia menunjukkan sejumlah hukum premis yang mengatur kesimpulan yang sah. 

Mungkin satu contoh ini cukup. Berikut contohnya.
Semua makhluk hidup akan mati (premis 1 ).
kucing adalah makhluk hidup(premis 2).
Maka, Kucing akan mati (kesimpulan).

Hal ini didasarkan pada korelasi. Selain itu Aristoteles berpendapat kehidupan ini dibagi 2 yakni,

1. Benda hidup yang berpotensi berubah. 

2.benda mati yang tidak potensi berubah, namun bisa berubah kalo ada pengaruh dari luar.

(Catatan : makna berpotensi ini bukan berarti mesti. Sederhananya gini telor berpotensi jadi ayam, hal ini jika tidak rusak(busuk) atau bernasib jadi telur goreng,telur dadar) .

Selanjutnya, Aristoteles mempunyai pendapat bahwa ada tiga bentuk kebahagiaan dalam kehidupan.

Ketiga bentuk itu adalah 1). hidup senang dan nikmat, 2).menjadi warganegara yang bebas dan bertanggungjawab 3). seorang ahli pikir dan filosof.

Aristoteles juga mendukung 'jalan tengah' maksudnya adalah sedang-sedang,selaras,dan seimbang.

Contoh kita tidak boleh bersikap pengecut (terlalu sedikit keberanian) juga tidak boleh gegabah (terlalu banyak keberanian).

Atau contoh lain,  tidak boleh terlalu banyak makan atau sedikit makan. 

Karna akan berakibat pada kesehatan tubuh. 

Aristoteles menekankan : hanya dengan menjaga keseimbangan dan kesederhaan sajalah maka, aku dapat mencapai kehidupan yang bahagia atau selaras.

Nah itu tadi beberapa yang aku baca dari dunia shopee. Jadi sudah baca tentang apa hari ini?***








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Keuangan.

Pemberdayaan Perempuan