Dibalik Sikap Bodo Amat

 

Sisi di Balik Sikap Bodo amat

(Sekilas review dari buku sebuah seni untuk bersikap bodo amat karya mark marson)




Pandangan lain

Bersikap bodo amat,jangan berusaha. Jika membaca sekilas tanpa memahami konteksnya saya yakin kalian para pembaca akan menganggap ini adalah hal yang negatif. Bahkan kebanyakan orang akan menghindari hal tersebut. Namun tidak bagi mark marson, mengapa demikian?

Buku yang ditulis Mark Marson ini merupakan karya pertamanya . Buku ini memberi cara pandang yang berbeda dari kebanyakan anggapan orang. Bagaimana tidak, saat semua orang memberi motivasi  berusahalah, selalu berbuat positiflah dan motivasi-motivasi positif lainya hingga kita terobsesi untuk mewujudkan harapan-harapan yang mustahil untuk diwujudkan guna menuju kesuksesan . Namun mark marson malah mengajak kita untuk bersikap bodo amat dalam menuju kesuksesan. Bagaimana bisa?apakah mungkin?

Disinalah keunikan dari buku ini. Mark Marson menjelaskan dengan contoh sangat sederhana.  Kita tentu pernah menjumpai beberapa orang atau bahkan  kurang memperdulikan sesuatu justru malah berhasil kemudian beberapa orang yang iseng mengerjakan sesuatu justru hasilnya malah baik dan kita atau beberapa orang yang terlalu fokus justru malah berantakan. Hal Itulah yang ditulis Mark Marson dalam bab pertamanya jangan berusaha.

 Seakan kita diajak merenungkan hukum kebalikan dan inilah alasan mengapa bersifat terbalik justru akan mengasilkan sesuatu yang besar (hal 12). Saya sangat berharap pembaca menyelesaikan bacaanya sampai selesai.

Mark marson mengajak kita untuk menerima sesuatu yang negatif yang ada dalam diri kita menerima kegagalan  dan semuanya. Hal inilah yang akan dirubah dalam bentuk kekuatan penuh makna penuh kasih sayang dan penuh kerendahan hati.Buku ini akan mengajari anda untuk jangan bersusaha.

Pada bab ke dua mark marson memberi judul  bahagia adalah masalah. Mark marson membuka bab ini dengan cerita seorang pangeran yang oleh ayahnya akan dibuat sempurna dengan tidak merasakan penderitaan sedikitpun dengan membuat pagar dinding yang tinggi agar tidak keluar istana dan memenuhi setiap kebutuhanya. Namun suatu waktu pangeran tersebut keluar istana dan bertemu banyak penderitaan rakyat. Singkat cerita pangeran meninggalkan kerajaanya melepaskan kekayaanyan, bergabung dengan rakyat biasa dan orang orang miskin bahkan menjadi pengemis untuk menemukan kebahagiaanya. Namun ternyata setelah dijalani ia merasa tak juga menemukan kebahagianya akhirnya Ia melepaskan dan membersihkan diri dan merenung dibawah pohon.

Dalam perenungan tersebut ia menemukan kesadaran, “Bahwa hidup itu adalah sebuah penderitaan,orang kaya menderita karena kekayaanya,orang miskin menderita karena kemiskinanya, orang yang mengejar duniawi menderita karena mengejar duniawinya”.  Tetapi bukan berarti penderitaan itu sama. Sebagian tentu lebih meyakitkan.

Dalam kesadaranya  pangeran tersebut menemukan prinsip utama,"Bahwa rasa sakit dan kehilangan tidak bisa dielakkan dan kita harus belajar untuk berhenti menolaknya.” 

Kini pangeran tersebut  dikenal sebagai Budha.

Fokus

Menurut Mark Marson kebahagiaan adalah memacahkan masalah karna itulah Mark Marson berpesan untuk menentukan medan juang anda karenaa banyak orang mencintai hasil, tetapi tidak mencintai prosesnya. 

Pertanyaan yang timbul bukan apa yang anda ingin  raih dalam hidup ini,? tetapi jalan apa yang ingin anda lalui,? 

Rasa sakit apa yang akan anda tahan,?  serta jalan setapak apa yang ingin anda jalani?

Pada bab ke tiga mark marson menjelaskan  “Anda tidak istimewa” kita seringkali 


merasa istimewa berbeda dengan yang lainya. Hal ini didukung dengan motivasi motivasi diluar diri kita. Mark marson punya pandangan lain tentang ini bahwa segelintir orang menjadi luar biasa bukan karena merasa istimewa tetapi mereka  selalu mengadakan perbaikan.  Kebiasaan ini tumbuh karena tidak adanya rasa istimewa dalam diri mereka dengan merasa tidak istimewa kita akan mampu mengapreasiasi pengalaman-pengalaman sederhana seperti, pertemanan,membaca buku dan tertawa bersama orang yang kita sayangi.

Dalam bab 4 Mark Marson menjelaskan tentang nilai penderitaan hal ini menurut saya sekaligus inti dari bab bab selanjutnya.

Tentang nilai penderitaan ini adalah ukuran dari kesuksesan anda. Singkat kata inilah yang dimaksud dengan self-improvement memprioritaskan nilai-nilai yang lebih baik,memilih hal hal yang lebih baik untuk diperdulikan dan inilah yang di sebut fokus.

Akhirnya 

Buku ini mengajak kita untuk menerima kegagalan kita yang akan dirubah menjadi kekuatan, memahami penderitaan yang akhirnya akan peduli, serta fokus pada hal hal yang telah kita tentukan.                         

 

Catata : yang dimaksud Bodo Amat adalah memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Keuangan.

Pemberdayaan Perempuan